
Semarang, 30 Oktober 2023
MI. Futuhiyyah Palebon mengawali pembelajaran pada hari ini senin, 30 Oktober 2023 dengan berdo’a bersama yang dipimpin oleh asatidz dan asatidzah untuk perdamaian dunia, khususnya bagi warga palestina , semoga Allah meurunkan rahmat – Nya dan memberikan pertolongan kepada mereka untuk merasakan kedamaian dan ketenteraman bagi yang masih hidup, dan juga semoga Allah menjadikan warga Palestina yang sudah menjadi korban dan meninggal dunia digolongkan oleh Allah sebagai Syuhada’.
Hal itu dilakukan karena melihat dan mendengar dari berbagai berita yang sangat menyedihkan dan menyayat hati, akan penderitaan yang dirasakan oleh warga sipil, wanita dan anak – anak yang tidak bersalah menjadi korban perang yang berkepanjangan.
Terlebih berita yang disampaikan oleh Kementerian Pendidikan Palestina yang mengatakan, bahwa Pendidikan Tahun Pelajaran 2023/2024 di Palestina telah berakhir, padahal berdasarkan kalender pendidikan pada saat ini baru mulai pada pertengahan semester gasal, hal itu dikarenakan seluruh siswa – siswi yang sekolah di Palestina semua telah gugur tertimbun runtuhan bangunan sekolah yang telah dijadikan sasaran perang.
Nur Hidayah salah satu guru MI. Futuhiyyah Palebon mengatakan kami merasa prihatin atas apa yang terjadi di Palestina, anak – anak yang seharusnya merasakan kebahagiaan dengan dunia mereka, yaitu bermain, belajar, mengembangkan bakatnya, namun harus menderita karena peperangan, bahkan tidak sedikit yang menjadi korban meninggal, kehilangan orangtua, saudara dan lain sebagainya.
Demikian pula yang disampaikan oleh Dewi Imut Akhirati, salah satu guru Tahsinul Qur’an di MI. futuhiyyah Palebon juga mengatakan, do’a seperti di pagi ini adalah merupakan hal yang sangat penting dilakukan oleh siapapun untuk memohon kepada Allah SWT untuk saudara – saudara kita yang ada di Palestina, bahkan memohon kepada Allah akan terciptanya perdamainan di dunia, karena pada hakikatnya setiap manusia pasti menginginkan hidup dengan penuh kenyamanan, keamanan, kedamaian dan kebahagiaan.
Sementara itu Slamet Agus Wahid selaku Kepala MI. Futuhiyyah Palebon mengatakan, kegiatan do’a bersama ini dilakukan dalam rangka solidaritas kita, keprihatinan kita, turut berduka atas penderitaan yang dirasakan oleh saudara – saudara kita di Palestina, dengan do’a tersebut semoga Allah menolong serta meringankan penderitaan mereka, serta menghentikan peperangan antara Israel – Palestina.
Disamping do’a bersama, Warga MI. Futuhiyyah Palebon juga menggalang dana bagi para korban peperangan yang ada di Palestina dan alhamdulillah telah terkumpul uang sebesar Rp. 6.480.000 (enam juta empat ratus delapan puluh ribu rupiah) dengan perincian sebagai berikut :

selanjutnya uang tersebut akan dijadikan satu dengan donasi dari Madrasah – Madrasah Ibtidaiyah yang ada di Wilayah Kecamatan Pedurungan dan Gayamsari yang tergabung dalam KKM (Kelompok Kerja Kepala Madrasah) Kecamatan Pedurungan dan Gayamsari yang selanjutnya akan diteruskan ke para Korban perang di Palestina melalui LAZISNU Kota Semarang. (SAW)

Beri Komentar